RAHASIAKU DENGAN TUHAN

“Teman-teman yang Insya Allah diridhai oleh Allah. Ilah atau sesuatu yang disembah berasal dari kata aliha yang memiliki makna merasa tentram kepada-Nya”,(Kutipan Taujih pertama yang kudengar di Kampus ini, 2006 yang lalu).

”Ya Allah…dari setiap tetes air mataku yang mengalir saat ini atau sebelumnya, dari suara gerak bibirku selama aku masih mampu menggerakkannya, dan dari setiap detak jantungku selama Kau masih menghendakinya, kuniatkan hanya untukMu Ya Allah….”, ”Tunjukkan aku jalanMu, sinari hatiku melebihi sinar matahariMu, agar aku mampu mengemban setiap amanahMu”.

”Sudah berusaha kutujukan tiap perasaan dan ingatanku kepadaMu, tapi aku tidak bisa mengelak jika ada perasaan lain yang tanpa sengaja terkadang mengganggu dan mengurangi dzikirku, cintaku pada hambaMu. Hamba yang sudah Engkau ciptakan secara berpasangan, yang sudah Engkau janjikan”.

”Aku mencintainya….”,”Kau sudah menanamkan cinta di setiap dada manusia, hingga cinta itu subur bercabang dengan ranting perasaan suci dan bahkan menjadi nafsu yang menyesatkan. Aku tidak mau cintaku kepada yang lain mengalahkan cintaku padaMu. Maka ridhailah cintaku………”, kuakhiri doaku dengan tangis tersedu tak mampu menahan rasa berdosa telah menduakan cinta kepada Allah.
”Izinkan aku menangisi cinta selain padaMu…sekali ini saja…^^”

Saat aku membuka mata dari tidur yang melelapkanku, hal pertama yang kuingat seharusnya hanya Allah, tapi tidak begitu kenyataannya. Akhir-akhir ini aku sering terbangun dari tidurku karena mimpi yang berujung pada bisikan namanya. Sungguh aku ingin menghindarinya, aku tidak ingin imanku lemah karena terus mengingat nama dan wajah yang menjadi sebab konflik batin di hatiku.
Aku merasa sebagai seorang yang munafik karena tampil dengan jubah malaikat padahal hatiku penuh iblis dan otakku sesak dengan pertanyaan-pertanyaan yang justru bertentangan dengan apa yang selama ini aku pelajari dan aku ajarkan pula kepada orang lain. Aku serukan kepada mereka untuk tidak mencintai sesuatu melebihi cinta kita kepada Allah, untuk tidak merasa tentram kepada selain Allah dan untuk senantiasa bernafas dengan lafadz Allah sebagai oksigen dan Muhammad sebagai karbondioksidanya. Aku merasa telah mendustai kata-kataku sendiri, tidak lebih dari seorang penyair yang mampu merangkai kata-kata indah untuk menutupi kebohongan-kebohongan menyesatkan di balik syair yang mereka tuliskan. Saat aku renungi ini sebelum tidurku, aku tak mampu pejamkan mata karena airnya memenuhi setiap sudut dalam kelopak mataku. Kuredakan semuanya dengan shalat dan doa karena hanya itu penawarnya.

Kini aku berlutut di hadapanMu,
Menumpahkan luap pinta di dadaku,
Cintakan aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu, agar bertambah kekuatanku untuk semakin mencintaiMu.
Izinkan aku menyentuh hati seseorang yang tertaut hatinya padaMu, agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta semu.
Rindukan aku pada seseorang yang merindukan syahid di jalanMu,
Biarkan hatiku menuntaskan kerinduan hanya kepadaMu.
(Syair ini kuperoleh dari seorang Sahabat^_^)

”Rabb, kumohon tuntunlah tiap perasaan, pemikiran dan langkahku. Ke manapun Engkau kehendaki, kuturuti…karena itu pasti yang terbaik untukku…”

Aku tidak suka air mata, kecuali yang menetes dalam doa…

Leave a Comment

Menyiapkan Diri untuk Menjadi Mahasiswa Berprestasi

Keberuntungan adalah ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. Prepare yourself to catch a chance! Maka persiapkan diri Anda untuk meraih kesempatan! Menyandang status mahasiswa merupakan suatu keberuntungan karena akan ada banyak sekali kesempatan yang bisa kita dapatkan jika kita punya kemauan untuk meraihnya. Sudah bukan jamannya lagi menunggu kesempatan, karena saat ini kesempatan bisa kita cari bahkan kita ciptakan sendiri. Bagaimana caranya? Tentu bukan cara yang sama seperti yang kita lakukan saat di bangku sekolah. Insanity, doing the samethings over and over, and expecting the different results (Enstein). Kata Enstein, “Suatu hal yang mustahil, gila! Kalau kita melakukan hal yang sama secara terus-menerus dan mengharapkan hasil yang berbeda”. Kalau kita ingin hasil yang berbeda, yang lebih baik, maka lakukan perubahan! What should we do? Mari kita menyiapkan diri untuk berprestasi!

#1 Set Your Goals!
Apa tujuan Anda kuliah? IPK tinggi (Cumlaude), dapat pekerjaan, punya banyak teman, atau cari ilmu? Buat tujuan jangka pendek (target) selama di kampus dan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai setelah lulus kuliah. Tujuan yang Anda tetapkan akan menentukan pola belajar yang akan Anda tempuh.

#2 Plan Your Work and Do Your Plan!
Rencana merupakan point penting dalam ‘menyiapkan’ diri. Kalau dulu masih biasa serabutan, mulai dari sekarang kebiasaan itu harus dirubah! Aktivitas kita harus terencana sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Kalau perlu, buat rencana harian untuk mencapai target. Dengan demikian aktivitas kita akan memiliki arah yang jelas dan tujuan yang pasti. Adanya rencana dalam ‘Buku Agenda’ akan membantu Anda agar lebih mudah mengatur waktu (ini penting bagi mahasiswa yang memiliki banyak aktivitas).

#3 How to Learn?
Cara belajar yang aktif dan mandiri sangat diperlukan oleh seorang calon mahasiswa berprestasi. Di awal semester Anda akan menerima RPS (Rencana Perkuliahan Semester) dari dosen pengampu matakuliah sehingga aktivitas dan materi yang akan disampaikan dosen pada setiap pertemuan dapat diprediksi dan dipelajari terlebih dahulu. Oleh karena itu, keaktifan menggali materi sebelum perkuliahan berlangsung sangat dibutuhkan. Referensi materi perkuliahan bisa kita cari di Perpustakaan, akses internet, atau bertanya pada orang lain, misalnya pada senior. Ini akan sangat menentukan keaktifan Anda dalam diskusi kelas baik dengan teman maupun dengan dosen.

#4 Joining Campus’ Actvities
Ada banyak sekali kegiatan di kampus untuk berprestasi. Kita bisa menggolongkannya menjadi ekstra-kurikuler dan co-kurikuler. Kegiatan ekstra-kurikuler seperti kegiatan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang tersedia di setiap jenjang (Jurusan, Fakultas maupun Universitas). Pilihlah kegiatan yang sesuai dengan minat Anda! Menjadi mahasiswa yang organisatoris akan membantu mengasah pemikiran kritis Anda.
Kegiatan co-kurikuler adalah kegiatan di luar perkuliahan yang bisa mendukung prestasi akademik bisa berupa seminar, forum diskusi, kompetisi, dan kegiatan penalaran lainnya (Lomba Karya Tulis (KKTM), Program Kreativitas Mahasiswa (PKMK, PKMP, PKMM, PKMT, PKM-AI, PKM-GT), PMW (Program Mahasiswa Wirausaha), MTQ, News Reading, dsb). Kegiatan ini akan melengkapi prestasi Anda.

#5 You Have to be In!
Bekerja dan belajarlah dengan hati! Kalau sedang di kelas, ikutilah perkuliahan dengan baik, fokus dan tidak perlu memikirkan aktivitas yang lainnya. Sebaliknya, ketika berorganisasi maka lakukan tugas organisasi dengan serius sehingga Anda bisa mendapatkan manfaatnya secara utuh.

#6 Time Management
Ketika Anda menikmati setiap aktivitas di kampus tanpa terasa terkadang kegiatan Anda jadi membludak, banyak sekali hingga sulit mengatur waktu. Dalam hal ini rencana yang fleksibel akan sangat membantu Anda termasuk untuk menyikapi kegiatan-kegiatan tak terduga. Pilihlah rencana kegiatan sesuai dengan skala prioritasnya! Kepentingan apa yang bisa kita dahulukan dan yang bisa dikerjakan kemudian.

# 7 Balance
Untuk menjadi seorang mahasiswa berprestasi kegiatan dan kemampuan Anda harus seimbang. Berprestasi dalam hal akademik memang merupakan suatu keharusan bagi kita sebagai mahasiswa. Tapi alangkah baiknya jika prestasi itu kita imbangi dengan kecakapan softskill dalam berorganisasi dan kita iringi dengan pengetahuan agama yang mendalam sehingga prestasi itu akan benar-benar terarah. Keseimbangan akan mengantarkan Anda menjadi mahasiswa yang Akademis, Organisatoris, Agamis, dan mampu Berkarya.
Selamat datang MABA, Selamat bergabung di Dunia Kampus! Selalu siapkan diri Anda untuk meraih kesempatan yang ada! Wish U Luck!

Oleh: Mo Awwanah, Mahasiswa Berprestasi UM 2010 dan Finalis (dalam 9 besar) Mahasiswa Berprestasi Nasional 2010.

Leave a Comment

MERENDAH DI ATAS BUKIT

Pernahkah kalian mendengar salah seorang teman kalian berkata,
“Sebenarnya aku tidak terlalu cerdas untuk bisa menjawab pertanyaan itu, nilai yang kuperoleh hanya keberuntungan”,

atau sebuah pertanyaan tentang dirinya sendiri yang dia lontarkan di hadapan orang lain,
“Mengapa aku bodoh sekali?”,

Padahal kalian sama-sama tahu bahwa dia adalah siswa paling cerdas di sekolahnya. Terasa ironi bukan?! Hehe Jangan negative thinking dulu… Biasanya niatnya baik kok, mencoba menerapkan ‘ilmu padi’, semakin berisi semakin merunduk. Sebagian orang menyebutnya Low Profile, namun bagi sebagian lainnya itu justru hanya seolah Merendah di Atas Bukit…(Tiarap sekalipun, tetap aja lebih tinggi dari yang lainnya! haha) ^_^

Hhhh…segala hal yang berkaitan dengan ‘sikap’ memang lebih sering ‘serba salah’! Karena setiap orang punya persepsi yang berbeda, maka kita harus bijak menyikapi perbedaan itu. Sikap yang sama jika diterapkan pada orang yang berbeda, responnya bisa beda. Karena itu, kita harus punya ‘jurus’ yang berbeda untuk menghadapi setiap tipe manusia*_^. Disarankan untuk tidak menganggap semua orang sama dengan kita, sama-sama ‘mampu’ atau sebaliknya (dalam hal harta, ilmu, energi, penampilan, dsb). Low profile atau tidaknya seseorang terkadang tidak cukup dinilai melalui ‘kata-kata’, melainkan lebih pada cara mereka menyikapi atau memperlakukan orang lain. Kata-kata bijak, tapi tingkah laku Zero … bisa aja dikategorikan Merendah di Atas Bukit. Hati-hati…akibatnya bisa fatal! Percaya deh…==’

Suatu hari ada yang pernah bergumam, “Rabb, Kau sering menempatkanku di posisi yang sangat tinggi, hingga suatu hari aku pernah merasa takut akan direndahkan…”, hehe Padahal berada di bawah tidak terlalu mengerikan… Kadang kita harus tahu bagaimana rasanya ada ‘di bawah’, agar kita tahu bagaimana menyikapi orang lain ketika kita sedang berada ‘di atas’. Proses hidup seperti roda yang berputar, jika ada peluang untuk berada ‘di atas’, maka peluang yang sama juga berlaku untuk kemungkinan suatu saat berada ‘di bawah’. Berada di atas membuat kita mudah ‘mengindra’ seluruh ‘atap’, hingga kadang kita lupa bahwa ‘fondasi’ yang tersembunyi di dasar adalah bagian penting yang sangat perlu diperhatikan. Sebaliknya, berada di bawah membuat kita khawatir tidak dapat menjangkau ‘permukaan’ padahal dari posisi inilah kita bisa belajar banyak ‘Kebajikan’ tanpa kekhawatiran akan ‘terjatuh’.

Oleh: Mo Awwanah

Comments (1)

Cara Murah Mengusir Nyamuk

Oleh: Mo Awwanah*
Belakangan ini penyakit Demam berdarah atau Dengue adalah penyakit yang diketahui paling mematikan dan sulit dicegah apalagi pada saat musim hujan. DBD adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan virus dengue­terutama menyerang anak-anak. Tanda-tandanya antara lain demam tinggi mendadak, dengan manifestasi perdarahan dan bertendensi menimbulkan shok dan kematian. Banyak cara dilakukan untuk mencegah dan mengobatinya. Salah satunya dengan menggunakan bahan yang bisa digunakan untuk melumpuhkan sumbernya, yaitu Nyamuk. Bukti galaknya promosi dan penyuluhan untuk mencegah penyakit ini adalah banyaknya obat anti nyamuk yang beredar di pasaran. Pemberantasan nyamuk biasanya dengan menggunakan insektisida sintesis sebagai racun serangga, entah itu obat nyamuk semprot, obat nyamuk bakar, maupun obat antinyamuk yang dioleskan, yang tentu saja mengandung senyawa kimia. Hampir semua obat anti nyamuk tersebut bersal dari tumbuhan karena pola hidup orangsaat ini adalah back to nature, seperti: Geranium, Lavender, Serai wangi, Selasih dan banyak sekali jenis tumbuhan yang memiliki kandungan pengusir nyamuk. Namun, dari semua jenis tumbuhan tersebut tidak ada satupun yang bisa digunakan secara langsung, yakni masih membutuhkan pengolahan sebelumnya. Proses pengolahan ini membutuhkan biaya yang cukup mahal sehingga harga obat ini pun relatif mahal.
Salah satu tanaman yang bisa digunakan untuk mengusir nyamuk dan pemanfaatannya mudah adalah tanaman zodia (Evodiaa suaveolens) yang termasuk dalam famili Rutaceae. Tanaman perdu ini berasal dari keluarga Rutacea. Tinggi tanaman 0,3 – 2 m dan panjang daun dewasa 20 – 30 cm. Bentuk zodia cukup menarik sehingga banyak digunakan sebagai tanaman hias. Zodia berasal dari Papua, namun saat ini sudah banyak tumbuh di Pulau Jawa. Tanaman ini tumbuh baik di ketinggian 400 – 1.000 m dpl. Tanaman ini bisa memiliki tinggi mencapai 200 cm jika dibiarkan tumbuh bebas di alam. Daunnya berwarna hijau agak kekuningan, pipih panjang tapi lentur. Tanaman ini berfungsi ganda, selain sebagai tanaman hias yang dapat menyejukkan suasana rumah ketika dilihat, juga berfungsi sebagai anti nyamuk yang handal. Tanaman ini mengandung zat evodiamine dan rutaecarpine sehingga menghasilkan aroma yang cukup tajam dan tidak disukai serangga. Menurut Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), minyak yang disuling dari daun zodia mengandung linalool 46 persen dan apinene 13,26 persen. Linalool berfungsi sebagai pengusir nyamuk. Daun zodia mampu menghalau nyamuk selama 6 jam, dengan daya halau (daya proteksi) sebesar lebih dari 70 persen. Selain efektif mengusir nyamuk, belakangan ini para ilmuwan menemukan khasiat lain dari zodia, misalnya penyembuh sakit kepala, disentri, dan pembunuh sel kanker. Bunganya juga dapat dijadikan obat gosok untuk mengobati masuk angin. Di samping itu, daun zodia terasa pahit, bisa digunakan sebagai obat tradisional, antara lain untuk menambah stamina tubuh, sementara rebusan kulit batangnya bermanfaat sebagai pereda demam malaria.
Zodia mengeluarkan aroma bila daun-daunnya digosokkan. Tanpa digosokkanpun tanaman ini akan menebarkan aroma wangi yang bisa mengusir nyamuk dari dalam ruangan. Dengan kata lain, tanaman ini merupakan tanaman hidup pengusir nyamuk yang dalam kondisi hidup mampu menghalau nyamuk. Artinya tanaman ini tidak perlu diolah terlebih dulu. Daunnya juga bisa mengobati kulit yang bentol karena gigitan nyamuk. Meskipun harga bibitnya mahal (antara Rp 5000 hingga Rp 200.000 per pohon sesuai dengan tinggi dan kesuburan tanaman), tapi dari segi manfaatnya yang sama, tanaman ini masih bisa bersaing dengan tanaman lain yang menjadi sumber bahan utama dalam pembuatan obat anti nyamuk yang ada selama ini.
Selain itu, budidaya dari tanaman ini cukup mudah bila dibandingkan dengan tanaman sejenisnya sehingga tidak perlu takut akan gagal. Ini cocok sekali dengan orang yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk merawat tanaman atau bahkan orang yang memang tidak bisa merawat tanaman. Bisa diperbanyak melalui biji dan stek ranting. Tanaman yang sudah berbunga dan berbiji, maka bijinya akan jatuh dan tumbuh di sekitar tanaman. Penanaman zodia dari biji hingga berkecambah memerlukan waktu 4 minggu. Penanaman bisa menggunakan sekam bakar sebagai medianya. biji tingal ditaburkan atau disemai kemudian diletakkan di tempat teduh. Dari habitat aslinya biji zodia menyebar dengan cara pemecahan sendiri. Sehingga biji bisa jatuh jauh dari induknya. Perawatannya juga mudah, cuma perlu dipupuk satu bulan sekali,  jarang dihinggapi hama. Dua hari sekali, zodia perlu dikeluarkan dari ruangan selama dua hingga tiga jam agar terkena cahaya matahari. Biarkan terkena sinar matahari. Hanya, fase pertumbuhan membutuhkan perhatian tersendiri. Bila langsung kena sinar matahari, bisa-bisa malah mati. Sebaliknya, bila kurang sinar matahari justru pertumbuhannya tidak sehat. Tanaman ini akan tumbuh subur bila dikembangkan di daerah yang cukup dingin. Biasanya, tanaman ini ditanam dalam pot, dan digunakan sebagai tanaman dalam ruangan (indoor plant). Namun, baik juga bisa langsung ditanam di halaman rumah. Penyimpanan tanaman juga sering diletakkan di sekitar tempat angin masuk ke dalam ruangan, nyamuk yang hendak masukpun terhalau. Bahkan, bisa memberikan kesejukan tersendiri. Di daerah perumahan, tanaman yang habitusnya perdu ini dapat digunakan sebagai tanaman penghijau sekaligus tanaman potensial di lingkungan rumah. Tingkat efektifitasnya akan terasa apabila sirkulasi udara di sekeliling tanaman tersebut baik. Karena aroma yang dikeluarkan oleh tanaman tersebut akan disebarkan oleh angin ke sekeliling lingkungan sehingga dapat mencegah pertumbuhan nyamuk di sekitar perumahan.
Cara pemanfaatannya bisa dengan langsung menggosokkan atau mengoleskan daun yang sudah digosok-gosok ke permukaan kulit, atau hanya dengan sekedar meletakkannya di ruangan agar ruangan tersebut tidak dihuni nyamuk. Jika tanaman ini tertiup angina, maka daun-daunnya akan saling bergesekan sehingga menimbulkan bau harum. Satu yang perlu diperhatikan, jika ruangan terlalu sempit dengan sirkulasi udara yang kurang baik, aroma dari tanaman ini juga bisa menyebabkan orang mabuk atau pusing karena aromanya yang terlalu menyengat. Meskipun baunya lumayan keras, namun tanaman ini lebih sehat bila dibandingkan dengan obat nyamuk bakar atau semprot buatan pabrik karena aroma dari tanaman ini tidak membahayakan pernafasan.
Penggalakan pemanfaatan tanaman ini perlu dilakukan karena terbukti ramah lingkungan dan aman. Promosi ini bisa dilakukan dari mulut ke mulut di lingkungan sekitar kita, namun akan lebih efektif jika diberikan penyuluhan oleh pemerintah daerah untuk melakukan budidaya atau setidaknya setiap rumah punya sehingga masyarakat bisa terhindar dari penyakit DBD yang sangat mematikan.

*Penulis adalah Mahasiswi Biologi/2006
Universitas Negeri Malang

Comments (1)

Transposon

Mo Awwanah*

Transposable Genetic Element atau Transposon Transposon adalah rangkaian DNA yang dapat berpindah ke tempat yang berbeda dalam genom sel tunggal. Proses perpindahannya disebut transposisi. Bagian dari kromosom dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain pada kromosom yang sama (dalam satu kromosom), atau pindah dari satu kromosom ke kromosom lainnya (dalam satu molekul DNA), atau dapat juga berpindah dari satu molekul DNA ke molekul DNA yang lain. Transposon dikelompokkan menjadi beberapa macam berdasarkan mekanisme transposisinya, sebagai berikut. 1. Transposon kelas I (Retrotransposon) Berpindah dalam genom dengan mentranskrip menjadi RNA yang kemudian kembali diubah menjadi DNA melalui transkripsi balik dengan enzim reverse transcriptase (biasanya dikode oleh transposon sendiri) danmemasukkannya ke lokasi yang baru. Karena menggunakan mekanisme “copy and paste” maka yang berpindah adalah hasil penggandaan dari RNAnya. Ada tiga kelas utama dari retrotransposon, yaitu: a. Viral, mengkode reverse transkriptase (untuk transkripsi balik RNA menjadi DNA), dan memiliki LTR (Long Terminal Repeat). b. LINEs, mengkode reverse transkriptase, dengan sedikit LTRs dan ditranskrip oleh RNA polymerase II. c. Superfamily nonviral, tidak mengkode reverse transkriptase dan ditranskrip oleh RNA polymerase III. Baru-baru ini diketahui bahwa retrovirus merupakan bentuk khusus dari transposon eukariotik yang berpindah melalui RNA intermediet yang selalu bisa meningglkan sel inang dan menginfeksi sel yang lain. 2. Transposon kelas II Perpindahan terjadi secara langsung dari satu tempat ke tempat yang lain dalam suatu genom dengan menggunakan enzim transposase dengan mekanisme “cut and paste” dimana transposon dipotong dari lokasinya dan memasukkannya ke lokasi yang baru sehingga transposon ini tidak terdapat lagi di genom asalnya. Perbedaannya dengan transposon kelas I, tidak melibatkan RNA intermediet. Enzim transposase bekerja secara spesifik, setiap jenis transposase bekerja dengan cara yang berbeda. Beberapa dapat berikatan dengan bagian molekul DNA yang manapun dan dan sisi target bisa berada di mana saja, namun lainnya hanya bisa berikatan dengan rangkaian tertentu. Transposase berikatan dengan kedua sisi transposon yang mengandung pengulangan sisipan (rangkaian identik bila dibaca dari arah kebalikannya). Transposase juga berikatan dengan rangkaian DNA yang menjadi sisi target. Transposase memotong sisi target dan membentuk “Sticky end”, dan memotong transposon lalu menyisipkannya ke sisi target. Suatu DNA polymerase mengisi celah yang dihasilkan dari “Sticky end” dan DNA ligase menutup ikatan gula-phosphat. Ini menghasilkan penggandaan pada sisi target dan penyisipan pada sisi transposon DNA yang dapat diidentifikasi dengan pengulangan langsung yang pendek (pemotongan pada DNA target diisi oleh DNA polymerase) diikuti oleh pengulangan sisipan. Mekanisnme ini dapat disimak pada gambar beriku Transposon seringkali melepas gen untuk transposase, namun ada beberapa yang dapat menghasilkan enzim tersebut. 3. Transposon kelas III yang juga dikenal dengan Miniature Inverted-repeats Transposable Elements atau MITEs Baru-baru ini diketahui bahwa rangkaian genom pada Padi dan C. elegans mengandung beribu-ribu copy dengan karakteristik pengulangan sisipannya 15 pasangan basa seperti 5′GGCCAGTCACAATGG..~400nt..CCATTGTGACTGGCC3′ 3′ CCGGTCAGTGTTACC..~400 nt..GGTAACACTGACCGG 5′ Bagaimana mekanismenya belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan bahwa tipe ini merupakan transposon yang lebih besar yang dikode oleh enzim tertentu dan dikenali dengan pengulangan penyisipan yang sama. Selain itu, jenis transposon bermacam-macam berdasarkan ukuran atau panjangnya, gen-gen yang dikandungnya, dan cara berpindahnya. Transposon yang paling sederhana hanya mengandung gen penyandi transposon (transposase). Enzim transposon ini dibutuhkan untuk melepaskan diri dari tempat semula dan menyisip ke tempat yang lain. Transposon yang lebih kompleks dapat mengandung satu atau beberapa gen tertentu misalnya gen-gen penyandi resistensi terhadap antibiotik. Dicontohkan pada Tn5-KanR.

*Penulis adalah Mahasiswi Biologi/2006

Comments (3)

Asupan Nutrisi dari Feces Manusia

Meningkatkan Asupan Nutrisi dengan Feces Manusia
Oleh: Mo Awwanah*
Indonesia merupakan Negara agraris yang menjadikan pertanian sebagai sendi kehidupan bangsa. Ironisnya Indonesia sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan harus mengimpor komoditas pertanian dari luar negeri yang ketersediaannya di pasar dunia terus berkurang. Hal ini terjadi karena pertumbuhan produksi pertanian yang cukup rendah, kurang dari 2 % per tahun dalam 15 tahun terakhir (International Rice Research Institute, 2005). Sementara itu, jumlah penduduk terus bertambah. Penurunan produksi pertanian ini disebabkan oleh menurunnya kualitas lahan pertanian di Indonesia akibat erosi, residu bahan kimia seperti herbisida dan pestisida, dan pencemaran logam berat akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan yang ternyata merusak sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga lahan kritis terus bertambah.
Menurunnya kualitas lahan ini terjadi karena penggunaan pupuk anorganik atau pupuk kimia secara berlebihan dan residu pestisida dalam tanah. Mengingat bahwa Indonesia pernah menjalankan Revolusi Hijau untuk menghindari bencana kekurangan pangan. Sistem pertanian kimiawi yang berkembang pesat sejak dicanangkannya Gerakan Revolusi Hijau pada tahun 1970-an, yang mengutamakan penggunaan pestisida dan pupuk kimia, walaupun untuk sementara waktu dapat meningkatkan produksi pertanian, pada kenyataannya dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan pada sifat fisik, kimia dan biologi tanah, yang akhirnya bermuara pada semakin luasnya lahan kritis dan marjinal di Indonesia. Ada tiga faktor kunci dalam melaksanakan revolusi itu, yaitu varietas padi unggul, irigasi dan pemupukan. Secara tidak langsung petani dipaksa melakukan hal-hal yang bertentangan dengan pertanian berkelanjutan. Salah satunya meningkatkan produktivitas pertanian dengan menggunakan pupuk kimia dan pestisida yang kemudian menyebabkan terjadinya degradasi kualitas lahan. Pemberian pupuk buatan membuat tanah mengeras. Sementara itu, daur unsur hara terputus karena terus-menerus berkurang terbawa tanaman yang dipanen hingga membuat tanah menjadi tandus
Di satu sisi, alam merupakan suatu sistem daur yang tertutup. Barang yang tidak diinginkan tidak bisa dibuang begitu saja, tapi harus dikonversi ke produk lain Banyak sekali sumber daya alam yang tidak diinginkan tapi bisa dijadikan alternatif sebagai pupuk organik yang bisa meningkatkan kualitas lahan. Salah satunya adalah limbah lumpur sisa pembuatan biogas (slurry) dari feses manusia. Slurry ini merupakan lumpur sisa kotoran manusia yang sudah hilang gasnya. Ditinjau dari aspek ekonomis, limbah kotoran manusia yang telah hilang gasnya merupakan pupuk organik yang sangat kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu feses merupakan pupuk organik yang memiliki kandungan unsur hara paling lengkap dan cocok untuk segala jenis tanaman.
Jika ditinjau dari segi ekonomisnya feces tidak kalah saing dengan sumber-sumber nutrisi lain bagi tanaman. Sebagai contoh, Kota Bandung dengan penduduk 1,5 juta jiwa menghasilkan 450.000 Kg sampah segar, 375.000 Kg sampah berbentuk tinja dan 750.000 Kg berbentuk air seni. Masih berdasarkan lembaga tersebut, nilai sampah setiap harinya jika dihitung nilai N, P dan K nya, sekira 19.000 Kg adalah berbentuk unsur N, 14.000 Kg berbentuk unsur P dan 12.000 Kg berbentuk unsur K. Jika pupuk Urea mengandung 46% N, pupuk DS mengandung 45% P dan pupuk ZK mengandung 48% maka nilai sampah setiap harinya adalah 39.000 Kg Urea, 26.000 Kg DS dan 29.000 Kg ZK. Dari contoh tersebut, dapat diestimasikan bahwa feces/tinja mempunyai kalkulasi mutu dan harga yang seimbang.
Apalagi feses merupakan renewable resource yang persediaannya melimpah dan berupa bahan organik dengan kandungan Air (68-80%), senyawa organik (88-97%), Nitrogen (5-7%), Fosfor (3-6%), Kali (1-2%), Kapur (4-5%) dan Karbon (40-55%) yang dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan mengembalikan kesuburan tanah yang sudah rusak akibat pemakaian pupuk kimia secara berlebihan. Dalam hal ini feses yang digunakan adalah feses yang sudah hilang gasnya dan merupakan slurry dari hasil samping pembuatan biogas dengan menggunakan kotoran manusia. Feses tersebut kemudian dikombinasikan dengan serbuk hasil pembakaran jerami yang juga merupakan bahan organik dengan nisbah C/N rendah sehingga baik untuk tanah.
Slurry dari feses manusia berpotensi sebagai pupuk organik yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah serta mengembalikan kesuburan tanah. Secara fisik, menurunkan plastisitas dan kohesi tanah yang semula kering dan tandus serta meningkatkan kemampuan tanah untuk mengikat air. Memperbaiki struktur tanah hingga memiliki granulasi agregat yang stabil. Secara kimia bahan organik dari feses manusia dapat meningkatkan kapasitas tukar kation dua sampai tiga puluh kali lebih besar daripada koloid mineral yang meliputi 30 sampai 90% dari tenaga jerap suatu tanah mineral, dan memiliki kemampuan menahan unsur hara. Dan secara biologi meningkatkan aktivitas biologis jasad renik. Mikroorganisme tanah saling berinteraksi dengan kebutuhannya akan bahan organik karena bahan organik menyediakan karbon sebagai sumber energi untuk tumbuh sehingga kesuburan tanah tetap terjaga. Dalam karya tulis ini feses manusia dicampur dengan serbuk hasil pembakaran jerami yang memiliki nisbah C/N yang semakin rendah sehingga baik bagi tanaman dan kondisi tanah.
Pemulihan lahan tandus dengan slurry ini akan membantu mempermudah akar tanaman dalam menyerap unsur hara dan nutrisi yang terkandung dalam tanah yang sejatinya berasal dari pemupukan dengan feces tersebut. Nutrisi yang diserap dibawa oleh pembuluh xylem ke daun untuk direaksikan dalam proses fotosintesis. Hasil fotosintesis yang berupa glukosa (dari monosakarida) diubah menjadi susunan yang lebih kompleks dalam bentuk disakarida, sukrosa. Melalui transport pasif, hasil ini kemudian diangkut oleh floem ke jaringan tumbuhan untuk disimpan sebagai cadangan makanan dalam akar (umbi), buah, dan batang. Bagian dari tumbuhan yang digunakan untuk menyimpan cadangan makanan yang kaya nutrisi ini kemudian dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan makanan, dicerna dan sari-sarinya diserap sebagai asupan nutrisi bagi tubuh. Sisanya, dibuang dalam bentuk feces kembali yang bisa digunakan lagi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Jadi, secara tidak langsung manusia menggunakan asupan nutrisi yang berasal dari fecesnya sendiri, meskipun sudah dikonversi melalui proses metabolisme sel tumbuhan.
Dari segi pemanfaatan secara tidak langsung tersebut, secara agama asupan nutrisi dari feces manusia adalah mubah. Salah satunya sebagaimana isi dari Fatwa Nomor:451.7/805/HF/VIII/2003, Tentang pupuk dari tinja dalam Sidang ke-III Tahun 2003 Dewan Paripurna Ulama MPU Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang berlangsung di Banda Aceh tanggal 15 s/d 18 Agustus 2003 di Banda Aceh Menetapkan fatwa tentang hukum memproduksi, menggunakan dan memasarkan pupuk yang berasal dari tinja manusia adalah boleh (mubah).

* Penulis adalah mahasiswi Biologi/2006
Universitas Negeri Malang

Comments (1)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Leave a Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.